BKPP Batola ikuti Rapat Virtual Persiapan Seleksi ASN 2021

Marabahan-BKPP. Pada hari selasa, 11 Mei 2021 sebelum libur lebaran Idul Fitri 1442 H, BKPP Kab. Barito Kuala mengikuti Rapat persiapan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2021. Rapat yang dilaksanakan secara virtual via Zoom ini diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah atas undangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BKPP Kab. Barito Kuala, Drs. H. Akhmad Mawarni, M.Pd, didampingi pula oleh H. Aspur, S.Sos, Kabid Diklatbangpeg. Selain itu juga dihadiri pula oleh Gusti Eddy Ramadhan, plt. Kasubbid Formasi dan Pengembangan Karir BKPP beserta dengan Pajrin Farisi, S.Kom, Pranata Komputer Ahli Pertama BKPP dan Siti Sarah, S.STP, Analis Tata Praja dari Kementerian Dalam Negeri yang menjalani masa percobaan CPNS di BKPP Kab. Barito Kuala. Rapat ini membahas secara teknis mengenai proses persiapan pengumuman dan pengelolaan administrator SSCASN Tahun 2021.

Untuk Kabupaten Barito Kuala sendiri akan menerima 3 (tiga) formasi ASN, yaitu CPNS Umum, PPPK Non Guru, serta PPPK Guru. Untuk CPNS umum dan PPPK Non Guru ketentuannya sebagaimana CPNS tahun-tahun sebelumnya, sedangkan PPPK Guru ini adalah formasi khusus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang ditujukan kepada para Guru non-ASN yang terdaftar pada Dapodik, Guru ex Honorer Kategori 2 dan terdata dalam database BKN, serta Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum mengajar dan terdaftar dalam database lulusan PPG Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Memang ada beberapa perbedaan atau tambahan fitur dari admin SSCN 2018 dan 2019 kemaren, utamanya disini ada 2 pengaturan yang harus disetting, yaitu untuk CPNS dan PPPK Non Guru pada dashboard administrator SSCASN-nya” ungkap Gusti Eddy Ramadhan. Adapun mengenai persiapan seleksi ini sendiri masalah lokasi tes dan sarana prasarana utama berupa Laptop / PC / PC All in One masih diusahakan untuk dilengkapi, karena saat ini perangkat yang tersedia dan siap pakai sekitar 30-35 saja.

“Kalau berhitung dari tahun 2018 dan 2020 dengan formasi dibawah 200 ada sekitar 3500-4000 pelamar, maka dengan ketentuan 3 sesi perhari dan luas ruangan dengan jarak minimal 1.5 meter antar peserta, kira-kira Aula Among Praja BKD ini bisa menampung 70 PC/Laptop, sehingga diperkirakan tes SKD akan berlangsung 23-25 hari” ungkap H. Aspur, Kabid Diklatbangpeg.

“Akan kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan stakeholder lainnya untuk persiapan ini, apalagi selain CPNS umum dan PPPK non Guru, ada formasi PPPK Guru juga yang cukup banyak, makanya perlu koordinasi lebih lanjut setelah mendengar pemaparan BKN ini” tutup kepala BKPP, Drs. H. Akhmad Mawarni, M.Pd, menutup perbincangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: